Mungkinkah Ivanka Trump Jadi Presiden Pertama Wanita Amerika Serikat?
Putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump, dikenal sebagai pebisni sukses, penulis dan selebriti. Saat remaja, wanita berusia 36 tahun itu pernah menjadi model. Ia juga mengenyam pendidikan tinggi dan sangat paham dengan lingkungan sosial.
Ivanka Trump terlibat pebuh dalam kampanye sang ayah yang mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat. Selain itu, ia berperan sebagai tim transisi yang menyiapkan peralihan kekuasaan dari Barack Obama ke Donal Trump. Meskipun Ivanka tidak punya jabatan tetap di Gedung Putih, ia banyak mewakili ayahnya menghadiri beberapa pertemuan penting seperti KTT di Berlin.
Hal tersebut cukup memperlihatkan bahwa Ivanka memiliki kompetensi dalam jaringan dan hubungan diplomatik. Tidak sedikit yang berpendapat abhwa Ivanka lebih kompeten sebagai Ibu Negara dibandingkan istri ketiga Donald Trump, Melania Trump. President Trump juga dikabarkan selalu mendengarkan pendapat Ivanka dan menjadikannya penasihat utama.
Seperti yang dijelaskan pada buku "Fire and Fury: Insiden the Trump White House" yang ditulis oleh Michael Wolff, Ivanka telah menyepakati hal ini bersama suaminya Jared Kushner. Buku tersebut juga menuliskan bahwa Presidenn wanita pertama Amerika Serikat adalah Ivanka Trump, bukan Hillary Clinton.
"Di antara mereka (Ivanka dan Kushner), keduanya telah mencapai kesepakatan penting," tulis Wolff. "Jika suatu saat di masa depan kesempatan muncul, dia (Ivanka) akan mencalonkan diri menjadi Presiden (AS). Presiden wanita pertama (AS) bukan Hillary Clinton, tapi Ivanka Trump."
Namun, pernyataan Wolff di buku tersebut dibantah oleh Gedung Putih. Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa tulisan Woldd di buku tersebut tidak lain hanya omong kosong karena tidak ada sumber informasi yang benar.
"Buku ini (Fire and Fury: Insiden the Trump White House) dipenuhi keterangan bohong dan menyesatkan dari individu-individu yang tidak memiliki akses atau pengaruh terhadap Gedung Putih," tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders. "Keterlibatan dalam buku yang hanya bisa disebut sebagai kisah tabloid sampah, mengungkapkan upaya menyedihkan dan menyedihkan mereka."



Komentar
Posting Komentar