Dukung Praktik Interogasi Penyiksaan, Trump Dikritik Pejabat PBB
Tidak berselang lama sesudah pelantikannya menjadi Presiden AS pada 20 Januari lalu, Donald trump pernah menyatakan jika ia mendukung praktik interogasi seperti waterboarding. Trump berpendapat jika teknik ini sangat efektif untuk menggali informasi terutama dari tersangka terorisme.
Akibat hal tersebut, Donald Trump langusng menuai banyak kecaman dari sejumlah pihak. Salah satunya dari pelapor kasus PBB ( special rapporteur) untuk perlindugan HAM, Ben Emmerson.
Dalam rapat Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Emmerson menyebut Trump sebagai Presiden terpilih pertama yang mendukug sistem itu. Pernyataan Trump secara terang-terangan tersebut membuatnya merasa cemas.
"Kita berada di situasi ada seorang kepala negara pertama yang terpilih secara demoktratis, justru mendukung penyiksaan," ujar Emmerson. "Mengetahui Trump dengan terang-terangan mendukung dan memuji kelebihan dari penyiksaan sebagai senjata memerangi teroris dan menyatakan keinginannya melegalka penyiksaan di hari-hari awalnya menjabat, membuat saya merasa cemas.
Emmerson berpendapat jika sikap trump itu bisa saja memberikan contoh buruk dan bisa saja membuat negara lain terpengaruh. Bahkan ini merupakan salah satu indikasi ketidaksiapan Trump dalam memimpin.
Sementara itu, Trump sendiri memang kerap kali menuai beragam kecaman dan kontroversi. Seperti beberapa waktu lalu saat ia membuat larangan imigran muslim dari sejumlah negara islam.



Komentar
Posting Komentar