Rakyat kekurangan gizi tidak menghambat pengembangan senjata nuklir Korut
Korea Utara memang kerap kali menuai kontroversi atas pengembangan senjata nuklirnya. Bahkan negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu sebelumnya dijatuhi sanksi ekonomi dari Dewan Kehormatan PBB atas uji coba nuklir tahun 2016 lalu.
Sanki ekonomi tersebut rupanya membawa dampak buruk untuk rakyat Korut. Pasalnya sanksi tersebut secara tidak langsung menghambat bantuan kemanusiaan untuk jutaan wanita dan anak-anak di negara itu.
Bahkan menurut pejabat senior PBB di Pyongyang, ada jutaan warga Korut yang mengalami kekurangan gizi. Hal ini tentunya membawa penderitaan terutama untuk anak-anak.
"Lebih dari 10 juta orang atau sekitar 42 persen warga Korut mengalami kekurangan gizi. Kekurangan pangan dan kekurangan gizi kronis terutama pada anak-anak terus terjadi dan semakin meluas, " ucapnya.
Sementara itu, Korut sendiri diketahui berada di urutan 98 dan 118 negara yang mengalami kekurangan gizi. Namun sejumlah pengamat menilai jika pemerintah Korut seolah tak peduli dengan kondisi tersebut.
Menurut mereka bantuan yang disalurkan ke Korut justru difokuskan untuk menopang pemerintah dan membangun senjata nuklir. Belum lagi dengan berbagai uji coba peluncuran rudal balistik yang terus dilakukan belakangan ini.



Komentar
Posting Komentar