Korut Tuding Petugas Keamanan AS 'Rampok' Diplomatnya di Bandara JFK


Korea Utara (Korut) baru-baru ini menuding aparat Amerika Serikat (AS) telah merampok para diplomatnya. Kejadian itu kabarnya terjadi saat sejumlah diplomatnya berada di Bandara John F. Kennedy. New York. Mereka hendak pulang usai menghadiri Konferensi Negara-Negara Pihak Konvensi Hak Penyandang Cacat.

Pemerintah Pyongyang melalui kantor berita resmi Korut (KCNA) mengatakan jika petugas keamanan AS menggunakan kekerasan fisik dan mencuri beberapa barang dari delegasi. Mereka menyebut tindakan itu sebagai "provokasi yang keji.

"Para diplomat menolak dengan keras, namun mereka mengambil paket diplomatik dengan kekerasan fisik. Ini menunjukkan jika AS bahkan sangat kejam dan merupakan negara gangster tanpa hukum," ujar pihak Kementerian Luar Negeri Korut.

Sementara itu, pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri AS sendiri mengatakan jika memang ada sejumlah barang yang disita. Namun mereka menegaskan jika orang-orang tersebut bukalah utusan Korut untuk PBB dan tidak memiliki kekebalan diplomatik.

Korut dan AS sendiri diketahui tengah dalam situasi tegang. Kondisi ini telah berlangsung sejak AS mengancam akan menyerang Korut jika mereka meneruskan program nuklir.

Baru-baru ini Korut juga diketahui baru saja membebaskan mahasiswa AS, Otto Warmbier yang sempat ditahan atas tuduhan berupaya mencuri poster propaganda. Ia dipulangkan dalam kondisi koma. Kabarnya Warmbier mengalami kerusakan otak yang parah.

Komentar

Postingan Populer