Nasib Tragis Warga Marawi Sandera Maute, Dipaksa Gabung ISIS Hingga Jadi Budak Seks


Peperangan yang terjadi di Marawi, Filipina membuat warga menjadi korban. Beberapa penduduk di kota dikabarkan juga mengalami luka hingga dilaporkan ada yang tewas.

Tidak hanya itu, kelompok militan Maute yang disebut-sebut berafiliasi dengan ISIS itu dikabarkan juga menyandera warga. Juru bicara militer Filipina mengatakan sejumlah sandera yang berhasil kabut mengungkap hal mengerikan yang harus mereka alami.

Dilaporkan, para sandera tersebut dipaksa untuk menjadi mualaf. Mereka kabarnya juga dipaksa untuk membantu militan Maute yang terluka dan bergabung dengan ISIS.

Lebih parah lagi, juru bicara Divisi Infanteri 1 Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Letkol Jo-Ar Herrera mengatakan jika sandera perempuang juga dipaksa menikah dengan militan Maute. "Mereka dijadikan budak seks, hal ini dilakukan demi menghancurkan martabat mereka, "jelasnya.

Sementara itu, kondisi Marawi sendiri digambarkan sangat mengerikan. Jenazah banyak dibiarkan berserakan di jalan. Korban akibat konflik itu sendiri dikabarkan telah mencapa lebih dari 300 orang, baik dari pihak militer, militan atau warga.

Seperti diketahui militer Maute menyerang Marawi dan menduduki kota tersebut sejak 23 Mei lalu. Hal tersebut membuat militer Filipina melakukan perlawanan dan melakukan serangan udara. Setidaknya ada 200ribu warga yang telah melarikan diri dari kota tersebut.

Komentar

Postingan Populer